BUPATI BELU SERAHKAN IJIN OPERASIONAL GROSS VEHICLE WEIGHT BAGI 3 PENGUSAHA DI KABUPATEN BELU

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu(26 /06), Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH menyerahkan secara langsung Surat Ijin Kelayakan Teknis Rekomendasi Pemasukan dan Operasional Kendaraan Bermotor Gross Vehicle Weight melampaui daya dukung jalan dan Muatan Sumbu Terberat (MST) bagi 3 (tiga) orang pengusaha yang ada di wilayah Kabupaten Belu, bertempat di ruang rapat Plaza Publik Timor Atambua.
Untuk menindaklanjuti hasil konsolidasi kegiatan pelayanan perijinan dengan sistem jemput bola dan hasil dari survey kelayakan teknis terhadap permohonan bidang perhubungan terkait rekomendasi pemasukan dan operasional kendaraan bermotor yang Gross Vehicle Weight melampaui daya dukung jalan dan atau Muatan Sumbu Terberat (MST) oleh Tim Teknis dari Dinas Perhubungan Propvinsi NTT, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTT bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas (DPMPTSP) Kabupaten Belu melakukan penyerahan surat ijin kelayakan teknis kendaraan bermotor GROSS VEHICLE WEIGHT kepada tiga pengusaha yang ada di Kabupaten Belu, diantaranya kepada PT. DIAN NUSA LESTARI, PT. PUNDI MAS BAHAGIA DAN PT. BAHAGIA TIMOR MANDIRI yang diserahkan secara langsung oleh Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH didampingi Kabid Pelayanan Terpadu DPMPTSP Provinsi NTT – Sunardi dan Kadis DPMPTSP Kabupaten Belu – Dra. Maria M. K. Eda Fahik.
Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH mengatakan program jemput bola yang dilakukan ini merupakan program dari Dinas Pananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTT.
Bupati menambahkan kaitannya dengan pengurusan ijin, sebenarnya ada banyak ijin yang harus di urus dan tidak menutup kemungkinan ijin –ijin yang lainnya, termasuk ijin galian C (usaha tambang,pasir dan batu kerikil) walaupun di Dinas Pertambangan, namun semua urusan perijinan bisa langsung berurusan pada Dinas Perijinan, sehingga semua urusan ijin, cukup berada di perijinan satu pintu dan semuanya beres.
Bupati juga berterimaksih kepada semua Pimpinan OPD yang sudah memasukan pelayanan pada DPMPTSP dan saya berharap kita dapat terus tingkatkan pelayanan dari waktu ke waktu dan mari kita jadikan Kabupaten Belu sebagai pusat inovasi dan pusat untuk berbelanja, sehingga kita bisa mempersilahkan kabupaten maupun wilayah lain untuk datang berbelanja di daerah kita.
Kabid Pelayanan Terpadu DPMPTSP Provinsi NTT – Sunardi mengungkapkan, kegiatan ini kami namakan kegiatan inovasi pelayanan jemput bola. Ada 3 lokasi yaang dikunjungi yaitu Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Belu. Kabupaten Belu untuk tahun ke 2 dengan obyek inovasi jemput bola merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi.
Lebih lanjut Kabid Pelayanan Terpadu menjelaskan untuk dua Kabupaten yakni Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka arahnya di bidang kelautan dan perikanan sementara di Kabupaten Belu dibidang perhubungan, dimana Kabupaten Belu merupakan daerah perbatasan, memiliki banyak kendaraan yang bobotnya melebihi daya dukung lahan atau jalan sangat banyak ditemukan dan perlunya penertiban.
Ia menyebutkan sebanyak 27 ijin didapatkan pada tahun lalu dan tahun ini ada 36 ijin. Oleh karena itu, kegiatan ini sebagai terobosan untuk mendorong dan mewajibkan semua dinas dan khususnya Dinas Perijinan agar bisa mendekatkan diri kepada masyarakat. Diharapkan dukungan dari seluruh Dinas Pelayanan untuk bisa melakukan terobosan tersebut dan diharapkan adanya kolaborasi terpadu antara kabupaten dan propinsi sehingga dapat terlaksana dengan baik.
.
.
Berita/Foto: Asih Mukti, Norci Man & Jhon Dasilva

 

Views All Time
Views All Time
Views Today
Views Today
Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Afiseaza emoticoanele Locco.Ro